cimindi road

lewati cimindi malam hari. jam delapan malam. macet, ramai kendaraan bermesin ditambah transportasi lokal..delman.jalan dua arah jadi searah, banyak yang tidak mau bersabar. ingin cepat pulang. ramai sekitar berjualan..makanan,pakaian, segala rupa.aku duduk disamping temanku yang mengendarai mobil kantor. menikmati jadi navigator, menikmati habis buka puasa. mataku mengarah ke depan. seketika aku melihat anak kecil, digandeng ibunya. memakai kacamata hitam. terbuat dari plastik. ingin menyebrang jalan, melintasiku diantara kemacetan. mataku masih fokus padanya. keanehanku meraba, ini kan sudah malam mengapa anak kecil itu memakai kacamata hitam..bukankah gelap?atau sekedar gaya?atau keinginan ibunya?..tidak tahu..anak kecil itu menyebrang jalan dengan arahan ibunya..gandengan ibunya sangat erat, tak mau kehilangan anaknya. aku ingat sekali di samping kanan mobilku berdiri delman lengkap dengan kuda , sais , dan penumpang..ia ikut antri. laju ibu dan anak bergegas lekas. anak terseret kecepatan ibu yang ingin sampai ke seberang.tapi sayang anak berlainan arah ..ibu ke kiri dia ke kanan mendekati kuda..ibu lupa anak memakai kacamata hitam..akhirnya anak "mencium" kuda..antara tertawa dan iba..aku kira ibu yang pantas kusalahkan..tidak ingatkan ini malam dan mengapa harus pakai kaca mata hitam..

Leave a Reply